Aku tidak secantik Aisyah tidak seteguh Zulaikha.
Aku tidak mengharapkan kesempurnaan sama ada dari harta
yang bertimbun, rupa paras seperti Yusuf tapi biarlah ianya semua sederhana.
Aku harapkan hanyalah agamamu dan akhlakmu.
Kelak nanti, kau yang akan membantuku, anak-anakku menuju
ke Jannah.
Jika kau tak mendidik keluarga kita dengan ajaran agama sebaiknya,
kelak musnahlah kehidupan anak-anak kita.
Aku masih tertanya-tanya siapakah dirimu yang Allah telah
ciptakan sebagai peneman hidupku, pelengkap hidupku, pembimbingku, sayap kiri
kepadaku, pembantu keluargaku serta ayah kepada anak-anakku nanti.
Siapakah dirimu ?
Yang mana satukah dirimu ?
Adakah kau sudah hadir dalam hidupku ?
Adakah kau belum hadir dalam hidupku ?
Adakah kita pernah bersama dan sudah berpisah ?
Mungkinkah
kau akan hadir kembali dalam hidupku ?
Hanya Allah yang tahu..
Sudah tercatat namamu untukku di Luh Mahfuz. Dan telah
tercatat namaku untukmu sejak azali lagi. Hanya Allah yang tahu, tak siapa di
antara kita yang tahu..
Nota kaki Cik : Jika kau ditakdirkan untukku kita ....
akan bersama walau pelbagai dugaan yang kita hadapi..Jika tidak aku berdoa
kita masing-masing mendapat yang terbaik.Akan aku cuba untuk mempertahankan kau.
Semoga jodoh kita panjang dan dipermudahkan untuk kau menjadi imamku kelak..Amin...



